Strategi Wajib Investor Pemula

Investasi atau proses penanaman modal dalam suatu perusahaan atau proyek tertentu guna memperoleh keuntungan dan mampu menjadi passive income di kemudian hari, dapat dilakukan dapat dilakuan terhadap beberapa asset, seperti misalnya mendirikan bisnis, property, asset paper (surat berharga di pasar modal), dan commodity. Dari berbagai pilihan asset tersebut, investasi pada asset kertas di pasar modal merupakan pilihan paling sederhana, flexible, dan dapat dilakukan dengan modal yang lebih ringan. Karena saat ini, investasi seperti di reksa dana dan saham sudah dapat dimulai dengan modal sebesar 100.000. Obligasi pun yang digadang – gadang mahal, sekarang sudah ada obligasi untuk retail yang dapat dibeli mulai harga 1.000.000 rupiah. Murah nya investasi awal di asset kertas memudahkan semua orang untuk memulai investasi.

 

Tapi bagi seseorang yang mau memulai investasi di asset kertas untuk pertama kali, wajib mempelajari dan memahami dasar mengenai Investasi. Buat kamu yang mau memulai investasi simak beberapa hal berikut yang wajib kamu perhatikan sebelum investasi.

 

  1. Tujuan Investasi

Tujuan investasi merupakan hal paling penting harus kamu tentukan ketika kamu mau memulai berinvestasi. Karena tujuan berinvestasi ini merupakan dasar penting yang akan menjadi motivasi kamu dalam investasi. Tujuan investasi juga akan memudahkan kamu kedepannya dalam menentukan jangka waktu kamu harus berinvestasi dan strategi lainnya seperti dalam pemilihan produk investasi yang tepat untuk kamu.

 

  1. Kurun Waktu Investasi

Setelah kamu menentukan tujuan investasi yang ingin kamu capai, sekarang kamu bisa menentukan kapan tujuan kamu tersebut ingin terealisasi. Tentu saja kurun waktu yang kamu tentukan ini harus realistis sesuai dengan tujuan dan kemampuan keuangan kamu dalam berinvestasi. Seperti misalnya kamu berinvestasi dengan tujuan untuk biaya menikah, maka kurun waktu yang ditempuh akan berbeda dengan orang yang berinvestasi dengan tujuan untuk pensiun.

 

  1. Kenali Produk – Produk Investasi

Point ketiga ini adalah point yang tidak kalah penting. Karena memahami konsep kerja dari setiap asset atau instrument investasi itu sangat penting. Seperti misalnya tujuan investasi jangka panjang kamu malah kamu tempatkan di instrument investasi untuk jangka pendek, maka yang terjadi adalah kamu tidak bisa mendapatkan return yang maksimal dari investasi jangka panjang kamu. Karena biasanya instrument investasi untuk jangka waktu pendek memiliki tingkat resiko yang lebih kecil, dan itu berbanding lurus dengan tingkat pengembaliannya.

Seperti misalnya produk reksa dana yang terdiri dari beberapa jenis yang dimana setiap jenisnya memiliki karakter tingkat resiko dan return yang berbeda. Misal reksa dana pasar uang yang memiliki tingkat resiko paling rendah tapi masih lebih tinggi dibandingkan dengan produk deposito ini cocok untuk kamu yang mau mencapai tujuan investasi dengan jangka waktu pendek.

 

 

  1. Pilih Produk yang Sesuai dengan Profil Diri Kamu

Setelah kamu memahami produk – produk investasi, maka hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah mengkombinasikan produk investasi yang karakternya cocok dengan profil kamu. Yang dimaksud dari profil di sini mencakupi tujuan investasi kamu, jangka waktu dari investasinya dan paling penting tentukan resiko yang sekiranya dapat kamu toleransi.

 

  1. Tentukan Porsi Investasi dari Penghasilan Kamu

Hal yang tidak kalah penting untuk kamu tentukan adalah berapa persen yang harus kamu sisihkan untuk investasi dari penghasilan kamu. Jika kamu benar-benar pemula dan mau mulai menyisihkan untuk menyimpan uang, kamu bisa memulai dengan mengambil 10% dari penghasilan kamu untuk investasi. Jika nanti penghasilan kamu sudah bertambah, kamu bisa mulai meningkatkan persentase investasi dari total keseluruhan penghasilan.

 

  1. Mulai dan Konsisten

Setelah semuanya sudah rapih kamu siapkan, maka hal terpenting yang harus kamu lakukan sekarang adalah memulainya dan mencoba terus konsisten menyisihkan sebagian penghasilan kamu untuk investasi.