PERBANDINGAN INVESTASI PADA REKSA DANA DENGAN MENABUNG DI BANK
Head to Head Reksa Dana Vs Tabungan, Untung Mana?
Pelaku investasi reksa dana di dalam negeri jumlahnya cukup sedikit. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut jumlah pelaku investasi reksa dana hanya sekitar 340 ribu orang atau 0,13 persen dari total populasi Indonesia.
Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah investasi reksa dana menguntungkan? Co-founder dan Chairman Bareksa, Karaniya Dharmasaputra, mengatakan investasi di reksa dana lebih menguntungkan dari perbankan. Menurut dia jenis reksa dana yang cocok untuk segmen retail adalah reksa dana pasar uang.
“Di data Bareksa, reksa dana jenis ini sangat stabil karena sebagian disimpan di deposito dan obligasi jangka pendek. Kalau awal-awal langsung ke reksa dana saham pengguna cenderung akan takut dengan risikonya,” jelas Karaniya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (19/1).
Karaniya mencoba membandingkan head to head antara reksa dana dengan tabungan bank. Menurut data Bareksa per Januari 2017, suku bunga/return dari tabungan bank hanya 0,7 persen per tahun. Sementara reksa dana pasar uang jauh lebih besar 7,65 persen per tahun.
“Contohnya, jika Anda investasi sebesar Rp 1 juta di reksa dana pasar uang, dengan bunga 7,65 persen artinya Anda mendapat bunga atau return Rp 76.500. Sementara jika di bank, bunganya hanya 0,7 persen atau sekitar Rp 7.000,” jelasnya.
Selain itu, di investasi reksa dana tidak ada potongan pajak sedangkan bank bisa sampai 20 persen. Belum lagi ada biaya administrasi sekitar Rp 12.500 per bulan. Dengan begitu per tahun biaya administrasi bisa mencapai Rp 150.000.
Beda dengan tabungan, di reksa dana jika Anda menabung senilai Rp 1 juta, Anda akan mendapat return Rp 76.500 atau 7,65 persen. Sementara menabung di bank satu tahun malah terpotong Rp 144.000 atau 14,44 persen, karena bunga yang kecil tidak bisa menutupi biaya administrasi dan pajak.
Indonesia
English